Prodi Teknik Sipil FTM Unhan RI Laksanakan Webinar Civil Engineering Talk and Reinforce Indonesia’s Defense (CENTROID#2) bertajuk “Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Sebagai Bentuk Pertahanan Negara”

Bogor (09/08) – Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik Militer (FTM) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI melaksanakan Webinar Civil Engineering Talk and Reinforce Indonesia’s Defense (CENTROID#2) dengan tema “Strategi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Sebagai Bentuk Pertahanan Negara”, dibuka oleh Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., DESD., ASEAN Eng., dan sambutan Dekan FTM Unhan RI Prof. Dr. Ir. Muhamad Asvial, M.Eng., melalui daring zoom meeting. Webinar Civil Engineering Talk and Reinforce Indonesia’s Defense (CENTROID#2) FTM Unhan RI menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., diwakili oleh Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, M.Si dengan topik “Peran dan Strategi BMKG dalam Mitigasi Bencana Hidrometeoroli” dan narasumber kedua adalah Sekretaris Dewan Pengawas Perumda PAM Jaya, Jakarta sekaligus Dosen Teknik Sipil Unhan RI dan Unsoed Purwokerto Yanto, S.T., M.S.E., Ph.D., dengan topik “Bencana Hidrometeorologi sebagai Ancaman Negara dalam Bidang Nirmilter”. Kegiatan dipandu oleh moderator Dosen Teknik Sipil, FTM Unhan RI Anasya Arsita Laksmi, S.T., M.Sc.

Rektor Unhan RI dalam opening remarksnya menyampaikan bahwa ancaman multidimensi terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Ancaman tersebut meliputi ancaman bersenjata, ancaman teroris, termasuk ancaman bencana yang dapat mempengaruhi upaya-upaya pembangunan nasional. Hal tersebut juga merupakan tantangan untuk terus meningkatkan kapasitas sumberdaya nasional dalam rangka menghadapi semua ancaman tersebut.

Agar dapat mewujudkan masyarakat yang tangguh dalam mengahadapi bencana diperlukan peran dan strategi dengan cara menjauhkan bahaya atau ancaman dari manusia, dengan mencegah atau meminimalkan risiko dan dampak bencana. Menjauhkan masyarakat dari bahaya atau ancaman, salah satunya dengan membuat atau mendiseminasikan informasi perubahan iklim, informasi proyeksi iklim akan menjadi nilai tambah apabila dapat dikaitkan dengan sektor-sektor lain yang berhubungan sehingga informasi yang dihasilkan akan berguna bagi masyarakat dan stakeholders sebagai bagian referensi dalam pengambilan keputusan dan perencanaan di masa yang akan datang untuk mengurangi risiko bencana dari dampak perubahan iklim.

Mitigasi bencana hidrometeorologi di masa depan mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sistem cuaca yang kompleks yang sering menyebabkan bencana. Kemampuan digital sangat mudah dan murah didapatkan, maka generasi muda khususnya mahasiswa FTM Unhan RI, harus mampu menjawab dan memberikan kontribusi yang besar untuk bangsa dan negara Indonesia dalam pengembangan teknologi digital dan strategi mitigasi bencana yang dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi bencana. Sehingga, nantinya kemampuan digital ini dapat digunakan generasi muda sebagai ciri khas penangulangan bencana hingga 2045.

Selanjutnya Dekan FTM Unhan RI menambahkan sebagai negara yang dilingkari oleh ring of fire (cincin api) dengan wilayah yang sangat luas, bencana merupakan keseharian yang sering dialami. Indonesia termasuk 35 negara yang paling rawan risiko bencana di dunia, hampir setiap hari. Ada bencana di beberapa wilayah di negara Indonesia. Risiko kerugian juga sangat besar, baik dalam jumlah korban maupun kerugian material.

Melalui webinar Centroid#2, FTM Unhan RI dituntut berpartisipasi secara nyata untuk memberikan inovasi-inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru untuk meningkatkan adaptasi teknologi observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat, dan akurat agar mampu meminimalkan risiko yang harus dihadapi. Oleh karena itu, peserta webinar agar bersinergi dan kolaborasi antara BMKG dengan instusi pendidikan khusus Unhan RI terus dipekuat. Melakukan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana. Kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat atas ancaman bencana perlu ditingkatkan. Budaya kesiagaan harus melembaga dalam keseharian masyarakat, manfaatkan kearifan lokal yang sudah ada dalam masyarakat dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
X